|
KESAN Services -
Articles
|
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja
Awal September tahun 2007, tepat sepuluh tahun sesudah Bunda Theresa wafat, terbit sebuah buku yang berisi himpunan surat-surat pribadinya. Isi dari buku yang berjudul Come Be My Light, atau Datang dan Jadilah Terangku ini mengejutkan hati sebagian orang, karena di dalam surat yang dimuat di sana terselip tulisan-tulisan Bunda Theresa yang mengungkapkan kegundahan imannya terhadap Tuhan.
Sebagai contoh di dalam salah satu surat yang ia tujukan kepada pemimpin rohaninya Bunda Theresa menulis sedemikian: “Lord, my God, who am I that You should forsake me? The Child of your Love—and now become as the most hated one— the one—You have thrown away as unwanted—unloved. I call, I cling, I want—and there is no One to answer— no One on Whom I can cling—no, No One.—Alone … Where is my Faith—even deep down right in there is nothing, but emptiness and darkness.”
“Tuhan, Allahku, siapakah aku ini sehingga Engkau harus menolak diriku? Anak dari kasih-Mu – dan sekarang menjadi yang paling dibenci – pribadi yang Engkau buang seperti tak diinginkan – tak dikasihi. Aku memanggil, Aku bergantung, Aku memohon – dan tidak ada Pribadi yang menjawab – tidak ada Pribadi yang aku dapat bergantung – tidak, tak satu Pribadi pun. Sendiri … Di manakah imanku? Bahkan di kedalaman diriku tidak terdapat apapun juga, kecuali kehampaan dan kekelaman.”
|
|
Read more...
|
|
|
KESAN Services -
Articles
|
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja
Pengaruh merupakan salah satu kosa kata yang menarik perhatian banyak orang. Tak sedikit orang yang melihat bahwa kemampuan untuk mempengaruhi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan. Seorang pedagang yang berhasil adalah orang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk membeli produk yang ia pasarkan. Seorang guru yang berhasil adalah orang yang mampu mempengaruhi para muridnya untuk mempelajari ilmu yang ia ajarkan. Seorang ibu yang berhasil adalah orang yang mampu mempengaruhi anaknya untuk menaati nasihatnya. Seorang pemimpin yang berhasil adalah orang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk mengikuti arahan yang ia berikan.
Menyadari pentingnya kemampuan untuk mempengaruhi orang lain ini, maka dari sejak zaman Aristoteles yang hidup 300 tahun sebelum Kristus orang sudah melakukan penelitian untuk menemukan faktor-faktor apakah yang membuat seseorang mampu mempengaruhi orang lain. Salah satu penelitian yang paling terkenal tentang bidang ini adalah penelitian yang disebut sebagai French & Raven's Five Bases of Power, atau Lima Dasar Kekuasaan French dan Raven.
Penelitian ini dilakukan pada tahun 1956 secara bersama-sama oleh dua orang ahli psikologi sosial dari dua perguruan tinggi yang berbeda. Kedua mereka adalah Dr. John French dari University of Michigan dan Dr. Bertram Raven dari University of California Los Angeles. Berdasarkan penelitian tersebut French dan Raven mengemukakan dua hal yang penting. Yang pertama kaitan antara kekuasaan atau power dengan pengaruh atau influence. Yang kedua yaitu adanya lima sumber kekuasaan yang menyebabkan seseorang dapat mempengaruhi orang lain.
|
|
Read more...
|
|
KESAN Services -
Articles
|
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja
Servant Leadership atau Kepemimpinan yang Menghamba merupakan salah satu buku kepemimpinan yang paling berpengaruh di dunia. Buku yang ditulis oleh Robert Greenleaf , mantan salah satu pemimpin dari perusahaan raksasa telekomunikasi AT&T ini telah menjadi acuan dari ratusan perusahaan dan organisasi di dunia, seperti misalnya Asian Development Bank, dan Southwest Airlines, dalam pengembangan kepemimpinan di lembaga tersebut. Bukan itu saja, sejumlah perguruan tinggi yang ternama di Amerika juga telah membuka jurusan Servant Leadership di dalam program pendidikan mereka.
Tentang makna Kepemimpinan yang Menghamba, Robert Greenleaf mendefinisikannya sebagai berikut: “The servant-leader is servant first… It begins with the natural feeling that one wants to serve, to serve first.” Seorang pemimpin yang menghamba adalah pertama-tama bertindak sebagai seorang hamba. Hal ini dimulai dengan perasaan yang alamiah bahwa ia ingin melayani, melayani sebagai hal yang terutama.
Lee Iacocca merupakan contoh dari seorang pemimpin yang menghamba. Pada saat ia bergabung sebagai pimpinan Chrysler Corporation di tahun 1978 perusahaan produsen mobil ini sedang mengalami kemerosotan dan menjelang bangkrut. Hutang perusahaan ini semakin bertumpuk dan angka penjualan yang semakin menurun. Semangat kerja para karyawan juga dalam keadaan ambruk.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 8 of 153 |