|
“Pa aku kepengen jadi artis …” kata seorang anak kepada ayahnya. “Jadi dokter, pilot atau presiden aja enak ?”, “Presiden nggak enak pa, enakan jadi artis pa .. sering masuk teve kan jadi terkenal….”. Ini sepenggal perbincangan seorang anak kecil dengan ayahnya. Memang bagi masyarakat umumnya kegiatan artis atau menjadi seorang artis memiliki kebanggaan tertentu yaitu identik menjadi orang yang terkenal. Mengapa demikian ? mudah saja ditebak karena pekerjaan artis berkaitan dengan seni yang menyangkut orang banyak.
Seorang artis adalah seorang seniman dan arti seniman menurut kamus Wikipedia adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui.
Dunia tanpa artis adalah dunia tanpa seni dan itu berarti kehidupan akan hampa. Sesungguhnya hidup ini dipenuhi dengan karya seni yang cemerlang. Manusia adalah karya cipta Allah yang cemerlang, begitu juga dengan alam semesta ini. Kitapun dalam menjalani hidup menjadikan seni sebagai warna indah yang memberi kehidupan lebih bermakna. Setiap hari kita terlibat di dalamnya, lihat saja baju yang kita kenakan, makanan yang kita makan, rumah, musik yang kita dengar atau nyanyian yang kita senandungkan semua berkaitan dengan dunia seni.
Namun seniman yang mendapatkan perhatian lebih adalah para artis dan mereka yang dimaksud ini adalah para pekerja hiburan, mulai dari pembawa acara, penyanyi, pemusik, model, pemain sinetron dan film. Mereka menjadi pujaan dan perhatian masyarakat. Tidak jarang artis menjadi sebuah panutan kebaikan yang diharapkan. Bagi masyarakat kita, artis identik kaya, cantik atau ganteng, tenar, baik dan sebuah manusia impian. Mereka menjadi aikon merk dagang bahkan duta bagi masalah-masalah kemanusiaan. Artis memiliki nilai jual yang sangat tinggi dan dapat mempengaruhi khayalak banyak. Artis kini sudah menjadi gate person dari sebuah sistem komunikasi bukan hanya para pemuka masyarakat dan agama.
Kini para artis mulai merambah dunia politik, melibatkan diri bukan hanya dalam politik praktis tetapi berpolitik dengan sebenarnya. Keterlibatan artis dalam kepartaian bukan sebuah hal baru. Tetapi pada pemilu legislatif 2009 peran artis dalam berpolitik semakin mengemuka. 60 artis memeriahkan bursa caleg dalam pesta demokrasi tahun 2009 ini. Diantara mereka ada pasangan suami - istri, seperti Ikang fauzi dan Marissa Haque, nama- nama top lainnnya seperti Tere EE Pardede, Venna Melinda, Denada, Eko Patrio, penyanyi dangdut Evi Tamala, Mandra, Jeremy Thomas, Rachel Maryam dan lainnya. Sebagian dari mereka berhasil mendapatkan kursi wakil rakyat dan akan turut berperan dalam negeri ini. Benar-benar enak jadi artis ….
Mengapa mereka tertarik dalam dunia politik yang katanya penuh dengan lika-liku intrik ? Alasan umum yang diajukan para atris yang menjadi caleg adalah alasan mulia yaitu ingin memperhatikan kepentingan masyarakat umum, ingin menyuarakan kepentingan masyarakat. Adapula yang kehadirannya dalam dunia politik dikarenakan “dendam” melihat para wakil rakyat yang lalu kurang berpihak pada masyarakat bawah. Atau mungkin saja mereka terinspirasi dengan keberadaan Rano “Si Dul” Karno yang menjadi Wakil Bupati Tanggerang atau Dede Yusuf sebagai Wakil Gubenur, mungkin juga terilhami oleh Diki Candra seorang artis “boga lalakon” dan presenter humor yang telah menjadi Wakil Bupati Garut. Bisa jadi karena terispirasi oleh “sang Terminator” Arnold Schwarzenegger yang menjadi Gubenur California – USA. Apapun alasannya kini para anak bangsa yaitu para artis menjadi sebuah fenomena tersendiri dalam keberpolitikan bangsa kita. Mereka berhak untuk berpolitik dan menjadi wakil rakyat Indonesia karena mereka adalah warga negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya.
Keuntungan artis masuk sebagai caleg adalah karena : artis sudah memiliki modal sendiri untuk biaya kampanye, mereka memiliki fans dan massa yang mencintai – dengan kata lain artis punya ketenaran dan popularitas, Yang terakhir adalah artis punya nama baik – tidak terlibat dalam korupsi khususnya sehingga dapat memperkuat tataran kognitif masyarakat pada dirinya untuk mengarahkan penilaian sikap positif . Sehingga tidak sedikit partai yang membutuhkan artis sebagai kader mereka untuk mendongkrak perolehan suara dan menjadi caleg mewakili partai bersangkutan.
Ada berbagai pro dan kontra yang muncul dari berbagai kalangan mengenai artis menjadi wakil rakyat. Dari para pakar politik, pemerhati politik juga dari masyarakat umum sendiri. Beberapa pandangan kontra yang muncul adalah sebagai berikut : Pertama, Diragukannya kemampuan kepemimpinan sang artis. Kedua, Penilaian yang pesimistis terhadap kemampuan untuk menyuarakan isu-isu yang berkembang dalam masyarakat – ini terbukti dengan tidak adanya artis yang menjadi wakil rakyat pada periode sebelumnya yang menyuarakan dengan tegas dan nyaring isu-isu dalam masyarakat. Ketiga, Diragukan pengetahuan tentang ilmu politik. sehingga dikuatirkan akan lebih banyak lagi wakil rakyat yang mangkir dalam sidang-sidang bukan hanya karena malas datang tetapi juga kalau datangpun tidak mengerti dan akhirnya tertidur di kursi terhormat, jadi lebih baik sekalian tidak datang. Keempat, Diragukannya kemampuan para artis terlebih mereka yang baru terjun dalam dunia politik untuk membuat produk perundang-undangan dengan baik, tepat dan benar, sehingga pembuatan berjalan molor dan bertele-tele serta menghabiskan dana yang besar. Kelima, Merupakan kegagalan partai untuk membentuk kader yang berkualitas, sehingga mencomot artis terkenal menjadi kader karbitan. Seperti yang dikatakan oleh Direktur Lembaga Survei (LSI), Saiful Mujani : “Itu perilaku buruk parpol. Masuknya artis ke parpol dengan cara instan menunjukkan kegagalan parpol melakukan kaderisasi … mereka dipaksakan dengan memanipulasi popularitas. Tentu saja masyarakat umum yang kurang berpendidikan memilih orang yang sudah dia kenal” wartakota.co.id
Melihat keraguan berbagai pihak terhadap kapabilitas para artis menduduki kursi penting patut dicermati juga dan memang menjadi sebuah kekuatiran berdasarkan fakta. Tentu saja hal tersebut dapat menurunkan kredibilitas lembaga bergensi itu yang sudah banyak mendapatkan suara sumbang tentang kinerjanya. Akan dibawa kemanakah demokrasi bangsa ini jika wakil rakyat dan pemimpinnya tidak memiliki kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tugasnya? Jangan-jangan akan jadi sebuah "panggung sandiwara" karena kebanyakan artis berperan. Tapi mudah-mudahan ini hanya sebuah euforia pesta kebebasan demokrasi yang tidak berkepanjangan.
Pertanyaannya adalah apakah sebenarnya yang menjadi kebutuhan masyarakat umum tentang pemimpin ? Menyimak dari semua yang terjadi, masyarakat umum ternyata membutuhkan sebuah figur yang bersih jauh dari intrik-intrik politik busuk, sebuah figur yang polos tanpa ada rekam jejak yang kelam. Masyarakat kita membutuhkan pemimpin yang bermoral bersih dan berkredibilitas tinggi. Bukti menunjukkan bahwa ternyata orang sudah mulai mengesampingkan masalah kemampuan dan lebih mengutamakan moral serta hati yang memberikan perhatian terhadap kebutuhan orang banyak. Mungkin mereka sudah capek melihat pemimpin yang pandai tapi “ngakali” terus menerus rakyatnya.
Oleh karena itu peneladanan dari kehidupan yang baik punya peranan sangat penting untuk diterima oleh orang banyak. Kalau kita ingin menjadi “terang yang ditaruh diatas gantang” maka hidup ini harus punya moral yang bersih dan baik. bukan manusia yang sempurna tapi manusia yang mau diperbaharui dari hari ke hari. Manusia yang tidak lupa dengan pertobatan. Hidup harus “terang” bukan “gelap” atau punya “terang palsu”. Terang palsu tidak akan bertahan lama, ia akan padam dalam waktu yang singkat. Terlebih lagi dengan gelap, apakah yang dapat dilihat dari gelap selain gelap itu sendiri.
Hal kedua adalah kemampuan atau kapabilitas untuk mengerjakan atas apa yang dipercayakan. Amsal berkata : orang yang cakap dalam pekerjaannya, akan berdiri di hadapan para raja. (Amsal 22:29). Menjadi orang yang dipercaya sangatlah berharga terlebih lagi jika orang tersebut memiliki kemampuan yang baik. Seorang pemimpin tidak bisa lepas dari belajar, pemimpin yang berhenti untuk belajar sesungguhnya sedang berhenti untuk memimpin.
Salah satu bukti orang yang mau belajar adalah membaca buku. Oswal Sanders berkata dalam buku Kepemimpinan Rohani ; seorang pemimpin dapat dilihat dari bukunya. Apa yang dibaca menunjukkan siapa orang tersebut. Buku apa yang anda pegang dapat menunjukkan seperti apa pribadi anda sesungguhnya. Tidak membaca berarti tidak ada hal baru yang masuk dalam kehidupan seseorang. jika tidak ada hal baru apakah yang dapat dibagikan oleh seorang pemimpin ? Pemimpin bukan sekedar seorang yang memberi komando tetapi orang yang membawa seseorang pada keadaan yang lebih meningkat. Belajarlah … anda akan memahami apa yang dunia butuhkan. Amsal 4:18.
Jika kedua unsur utama ini dilakoni dengan sebaiknya maka Duta Kristus akan bercahaya diantara kegelapan. Tentu saja kita bisa menjadi seperti demikian karena kehidupan yang telah ditebus oleh Kristus Yesus dan Roh Kudus memperlengkapi dengan karunia-karunia yang dibutuhkan untuk melayani. Orang percaya tentu saja dapat menjadi celebrity Kristus, yang diharapkan oleh orang banyak..
Daniel 12:3 “Para pemimpin yang bijaksana akan bersinar seperti cahaya langit. Dan mereka yang telah mengajar banyak orang untuk melakukan apa yang baik dan adil, akan bersinar seperti bintang-bintang (Celebrity) untuk selama-lamanya." …. Benar-benar enak menjadi artis …
Bahan dari berbagai sumber
|