Thursday, 18 August 2011 04:13

Perjanjian antara Daud dan Yonatan

Rate this item
(0 votes)
covenanDaud dan Yonatan merupakan contoh lain dari  adanya satu "Perjanjian". Dari kisah tersebut kita dapat mempelajari tentang :

1. Kriteria dari satu "perjanjian"

a. Adanya perpaduan dalnm jiwa.

"Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud" 1 Sam18:1.


Orang yang terikat dalam satu "Perjanjian" akan merasakan adanya satu kesatuan dalam hati dan jiwa. Kesatuan ini terwujud bukan karena mereka melihat keuntungan yang mereka bisa dapatkan dari hubungan/persahabatan yang mereka bina.

b. Adanya kasih

"... Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri." 1 Sam 18:1

"Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri." 1 Sam 8:3, Kasih inilah yang membuat Yonathan dan Daud dapat bersatu.

c. Adanya pengorbanan

"Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya, dan ikat pingganggnya." I Sam l8:4, Jubah yang Yonatan berikan kepada Daud bukan sekedar sehelai kain atau pakaian yang mahal. Tetapi jubah ini merupakan lambang Pewaris -Tahta, sebagai pangeran Putra Raja. Demi persahabatan yang sejati, Yonatan rela melepaskan dan menyerahkan posisi, kedudukan secara duniawinya kepada Daud, saudara Perjanjian (Covenant Brother). Yonatan ingin sekali untuk membagi milik dan kedudukannya kepada sahabat baiknya. Ini rasanya tidak masuk akal bagi orang yang egois. Tapi bagi seorang yang benar-benar memiliki sahabat dekat, ia dapat membagikan miliknya kepada sahabat baiknya.

2. Jaminan dari suatu "Perjanjian"

Keindahan dari keakraban antara Daud dan Yonatan begitu rupa, sampai mereka menyatakan komitmen/keterikatan mereka dalam ucapan yang formal. Mereka ingin mencetuskan kasih yang ada dalam diri mereka. Persahabatan begitu akrab sampai mereka harus memeteraikannya dengan sebuah covenant, perjanjian (1 Sam 18:3), untuk menetapkan saling percaya (trust) mereka. Bahkan "Perjanjian" tersebut diteguhkan secara berulang-ulang. 1 Sam 23: 18 Yonatan menegakkan komitmen mereka sebelum mereka berpisah untuk selamalamanya. Kemudian keduanya mengikat  "Perjanjian"  di hadapan Tuhan.

Nampaklah begitu kuatnya kasih dan keakraban Yonatan kepada Daud sampai dia meminta Daud,  membuat janji terhadap kesetiaannya. "Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya, ... " I Sam 20:17, Sumpah setia tersebut disinggung lagi oleh Yonatan dalam : "Pergilah dengan selamat, bukanlah kita berdua telah bersumpah demi nama Tuhan ..." I Sam 20:42,  Perjanjian itu terjamin untuk kedua belah pihak dengan sumpah yang akan menimbulkan damai di antara mereka, sehingga bagaimanapun jeleknya keadaan di kemudian hari, paling tidak mereka telah memiliki kepastian, bahwa pihak yang satu akan tetap loyal dan setia.

Manfaat dari memiliki Perjanjian komitmen (Covenant Commitment) dalam persahabatan ialah supaya masing-masing pihak dapat santai dan tidak usah kuatir bahwa akan ditolak atau dikhianati. Kekuatan dari ikatan-perjanjian akan membuahkan "Kemerdekaan" dari kekuatiran atas hubungan kita di masa yang akan datang.

3. Pusat dari suatu "Perjanjian"

Persahabatan antara Daud dan Yonatan adalah berpusatkan pada Allah sendiri. Bukan sekedar kawan akrab biasa, tapi Allah yang menetapkan persahabatan tersebut. "sesungguhnya TUHAN ada di antara aku, dan engkau sampai selamanya." 1 Sam 20:23. Perjanjian mereka bukan hanya antara mereka berdua tapi melibatkan Allah sebagai pihak ketiga. Hubungan suami-istri juga merupakan hubungan segitiga, suami-istri dan Tuhan. Sehingga Tuhan menjadi sumber kesatuan tersebut. Jika Allah tidak ada di tengah "Perjanjian", maka bila ada kemauan dari kedua pihak yang berbeda akan dapat menimbulkan perpecahan.

Baik Daud dan Yonatan tertarik kepada jiwa kepahlawanan yang berani dalam diri mereka masing-masing dalam pengabdian kepada Allah. Daud melihat Yonatan mengalahkan Filistin. Yonatan melihat Daud mengalahkan Goliat. Ikatan  persahabatan dalam Tuhan yang sehat, karena masing-masing melihat yang lain begitu berapi-api, semangat mengasihi Tuhan, rela menanggung resiko apapun demi panggilan Allah dalam hidupnya' Allah ada ditengah-tengah persahabatan semacam itu' Bukan sekedar sosial atau humanistis.

4. Atmosfir dari suatu Perjanjian

Suasana dari "Perjanjian" yang dibuat oleh Daud dan Yonatan diwarnai dengan saling menghargai, saling menundukkan diri dan saling memandang yang lain lebih utama. Yonatan mengatakan kepada Daud : "Engkau akan menjadi raja atas Israel dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu, 1 Sam 23:7.  Di sini kita melihat suatu prinsip persahabatan yang indah yakni mengutamakan orang lain' Yonatan rela memberikan kehormatan bagi Daud dengan mengorbankan haknya sendiri untuk menjadi raja. Suatu tindakan iman yang hebat, Bagi seseorang yang mau melangkah dan menyatakan penaklukan dirinya kepada orang lain, hal ini merupakan keberanian yang besar dan kerendahan hati. Meskipun persahabatan itu setara, namun dalam "Perjanjian" tersebut memang nyata bahwa ada otoritas yang lebih besar dalam hubungan tersebut.

Jika ada pria dan wanita hanya sekedar berteman, maka mereka tidak perlu mengadakan persetujuan siapa yang berkuasa (memiliki otoritas), Kecuali jika mereka ingin menikah dan hidup bersama sebagai ikatan suami-istri, maka masing-masing harus memahami bagaimana bekerjanya otoritas' Mereka harus setuju dengan susunan, struktur dalam hubungan mereka.

5. Kesetiaan dan pertanggung jawaban dalam satu perjanjian.

Segi lain dalam hubungan persahabatan antara Daud dan Yonatan ialah adanya loyalitas dan saling memberi pertanggung-jawaban. Begitu juga dalam hubungan "Perjanjian" antar manusia, kita dituntut adanya pertanggung jawaban moral penuh dari semua pihak. Daud mengatakan kepada Yonatan : " Tunjukkanlah ke setiaanmu kepada hambamu ini, sebab engkau telah mengikat "Perjanjian" dihadapan Tuhan dengan hambamu ini. Tetapi jika ada kesalahan padaku, engkau sendirilah yang membunuh aku.

Kedua hal ini sangat penting bagi hubungan "Perjanjian". Kesetiaan: Kita harus menunjukkan loyalitas yang tinggi untuk tidak mengkhianati dan menjelekkan saudara kita. Kita melihat bagaimana Yonatan bermaksud untuk melindungi Daud dalam keadaan apapun. Yonatan berkata untuk meyakinkan bahwa dia tidak akan menyerahkan Daud kepada ayahnya, raja Saul untuk dibunuh. "Jika kuketahui secara pasti, bahwa ayahku telah mengambil keputusan untuk mendatangkan celaka padamu, masakan aku tidak memberitahukannya kepadamu?" I Sam20:9.  Tujuan Yonatan untuk melindungi Daud merupakan komitmen yang lebih tinggi daripada kesetiaannya kepada keluarga. Bahkan sebagai saudara seperjanjian (Covenant brother),  selalu berkeinginan untuk menjaga nama baik (reputation) dan membela saudaranya.

" Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul" I Sam l9:4. Yonatan menggunakan setiap kesempatan untuk mengatakan  hal-hal yang baik tentang Daud sahabatnya dan mempromosikan nama baiknya (promote his reputation) diantara orang-orang yang tidak senang dengan dia sekalipun. Kemana saja saudara seperjanjian (Covenant brother) pergi, dia selalu berbicara yang baik tentang sahabatnya. Covenant brother memprioritaskan untuk melindungi dan mempromosikan nama baik/reputasi sahabatnya. Covenant-brother harus tetap setia-loyal dalam keadaan apapun juga terhadap sahabatnya selama sahabat tidak menyalahi secara moral atau mengingkari perjanjiannya.


Read 2924 times
Login to post comments